PENGELOLAAN PRAKTIK BERKELANJUTAN DALAM PARIWISATA: KAJIAN LITERATUR TENTANG STRATEGI MANAJEMEN UNTUK MEWUJUDKAN PARIWISATA BERKELANJUTAN BERDASARKAN KONSEP TRIPLE BOTTOM LINE DI ASIA TENGGARA
Kata Kunci:
Pariwisata berkelanjutan, Manajemen strategis, Triple Bottom LineAbstrak
Penelitian ini membahas strategi manajemen pariwisata berkelanjutan di Asia Tenggara berdasarkan konsep Triple Bottom Line (TBL), yang mencakup aspek planet, people, dan profit. Melalui kajian literatur, penelitian ini menyoroti pendekatan yang diterapkan di lima negara, yaitu Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia, dalam mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa setiap negara memiliki strategi unik yang berfokus pada konservasi lingkungan, pemberdayaan komunitas lokal, dan penciptaan profitabilitas yang bertanggung jawab. Di Singapura, ekowisata menjadi strategi utama, sedangkan Malaysia dan Indonesia menekankan pengelolaan berbasis komunitas. Thailand mengimplementasikan manajemen risiko lingkungan, sementara Vietnam berfokus pada diversifikasi produk wisata yang ramah lingkungan. Implementasi strategi ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemangku kepentingan untuk mencapai keseimbangan keberlanjutan yang menguntungkan ekonomi lokal tanpa merusak lingkungan atau budaya setempat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep TBL dapat menjadi kerangka kerja yang efektif dalam mengarahkan kebijakan dan praktik pariwisata berkelanjutan di kawasan ini.


