TEORI PRODUKSI ISLAMI

Penulis

  • Aurelio Bintang Adi Prasetya Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Penulis
  • Farikha Salwa Nisrina Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Penulis
  • Adinda Anastasya Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Penulis
  • Syafa Auliya Zaharani Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Penulis
  • Tsani Jeanne Fath Zahra Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Penulis
  • Amalia Nuril Hidayati Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Penulis

Kata Kunci:

Teori Produksi Islami, Produksi Konvensional, Etika Ekonomi

Abstrak

Teori produksi konvensional sering kali berfokus pada efisiensi dan maksimalisasi keuntungan material tanpa memperhatikan aspek moral, sosial, dan lingkungan. Sementara itu, teori produksi Islami menawarkan pendekatan yang lebih holistik dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial ke dalam setiap proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan antara teori produksi konvensional dan teori produksi Islami, serta menyoroti pentingnya keadilan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial dalam produksi Islami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) sebagai pendekatan utama dalam pengumpulan dan analisis data. Metode ini melibatkan penelusuran, pengumpulan, dan analisis informasi dari berbagai sumber tertulis. Penelitian kepustakaan dipilih karena penelitian ini bersifat konseptual, di mana tujuan utamanya adalah untuk mendalami teori produksi Islami dengan mengkaji literatur yang telah ada, tanpa melakukan pengumpulan data lapangan. Melalui kajian pustaka, peneliti dapat memperoleh perspektif yang mendalam mengenai landasan filosofis, prinsip-prinsip, dan penerapan teori produksi Islami dalam konteks ekonomi modern.Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dalam Islam dianggap sebagai ibadah, di mana manusia sebagai khalifah di muka bumi bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam, memberikan manfaat yang adil kepada masyarakat, dan memastikan bahwa aktivitas produksi dilakukan dengan cara yang berkelanjutan. Teori produksi Islami juga menekankan pentingnya distribusi kekayaan yang adil serta larangan terhadap praktik riba, gharar, dan ihtikar. Dengan demikian, teori produksi Islami memberikan solusi alternatif yang lebih etis, berkeadilan, dan berkelanjutan dibandingkan dengan teori produksi konvensional.

Unduhan

Diterbitkan

2025-01-13