STRATEGI PENGELOLAAN PESANTREN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN AL-QUR’AN DAN PEMBENTUKAN AKHLAK SANTRI: STUDI DI PONDOK PESANTREN BINA’UL UMMAH DEPOK
Kata Kunci:
Pengelolaan Pesantren, Hasil Belajar Al-Qur’an, Akhlak SantriAbstrak
Kesimpulan dari tesis ini adalah, bahwa pengelolaan pesantren di Pondok Pesantren Bina’ul Ummah Depok berperan penting dalam meningkatkan kualitas hasil belajar Al-Qur’an dan akhlak santri. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah, pertama: Pengelolaan Pondok Pesantren Bina’ul Ummah Depok dalam kegiatan belajar Al-Qur’an dan pembinaan akhlak santri secara umum telah dilaksanakan dengan baik dan terstruktur, mencakup lima aspek manajemen yang saling berkaitan: perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan, dan pengawasan. Dalam aspek perencanaan, pesantren telah menyusun jadwal belajar dan evaluasi yang terstruktur, serta materi akhlak yang relevan, dengan melibatkan peran aktif kiai dan guru. Pengorganisasian juga berjalan baik, ditandai dengan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas bagi ustaz dan staf, serta peran sentral ustaz sebagai teladan. Selanjutnya, pengarahan dilakukan melalui bimbingan langsung, pengawasan, dan motivasi yang personal, menciptakan disiplin dan kemandirian santri. Pelaksanaan pembelajaran direalisasikan dengan penetapan target hafalan yang realistis, pemberian penghargaan, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif, termasuk pemberian tanggung jawab kepada santri. Terakhir, pengawasan dilakukan secara rutin melalui evaluasi hafalan dan pemantauan perilaku akhlak, dengan pendekatan personal untuk setiap santri. Kedua; Pengelolaan pesantren yang tepat dalam meningkatkan kualitas hasil belajar Al-Qur’an dan akhlak santri di Pondok Pesantren Bina’ul Ummah mencakup beberapa bentuk pengelolaan utama, yaitu pengelolaan pembinaan personal, pengelolaan keteladanan, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pengelolaan sarana dan waktu belajar, pengelolaan program pembinaan akhlak, pengelolaan hubungan dengan orang tua, serta pengelolaan metode pembelajaran. Pengelolaan pembinaan personal diwujudkan melalui bimbingan intensif terhadap santri, pengelolaan keteladanan ditunjukkan oleh peran ustaz-ustazah dalam memberikan contoh sikap sehari-hari, sementara pengelolaan SDM terlihat dari pelatihan guru secara berkelanjutan Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi.


