RELASI AKAL DAN WAHYU DALAM PEMIKIRAN FAZLUR RAHMAN: STUDI HERMENEUTIKA

Penulis

  • Imam Nasrudin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis
  • Muhamad Tamamul Iman UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Fazlur Rahman, Akal, Wahyu, Hermeneutika, Pemikiran Islam

Abstrak

Relasi antara akal dan wahyu merupakan tema fundamental dalam tradisi pemikiran Islam yang terus mengalami perdebatan, terutama dalam menghadapi tantangan modernitas. Di satu sisi, pendekatan tekstual-literal cenderung meminimalkan peran akal, sementara di sisi lain, rasionalisme ekstrem berpotensi menjauhkan wahyu dari otoritas normatifnya. Fazlur Rahman hadir sebagai pemikir Muslim kontemporer yang menawarkan pendekatan hermeneutik untuk menjembatani ketegangan tersebut melalui metode double movement. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan relasi akal serta wahyu dalam pemikiran Fazlur Rahman dengan menggunakan pendekatan hermeneutik. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan dengan sumber utama karya-karya Fazlur Rahman dan literatur pendukung yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Fazlur Rahman memandang wahyu sebagai petunjuk moral yang bersifat transhistoris, sementara akal berperan aktif dalam menangkap nilai-nilai universal Al-Qur’an melalui analisis historis dan kontekstual. Relasi akal dan wahyu dalam pemikiran Fazlur Rahman bersifat dialogis dan integratif, di mana akal tidak menggantikan wahyu, melainkan menjadi instrumen untuk mengaktualisasikan pesan moral wahyu dalam konteks sosial yang terus berubah. Pendekatan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan tafsir Al-Qur’an dan pembaruan pemikiran Islam kontemporer.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-13