PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DESA WAY ISEM
Kata Kunci:
Pengabdian Masyarakat, TOGA, ABCD, Kesehatan Keluarga, Pemberdayaan MasyarakatAbstrak
Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Way Isem, Kecamatan Sungkai Barat, Kabupaten Lampung Utara, dengan fokus pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai solusi kesehatan alternatif dan peluang ekonomi berbasis potensi lokal. Latar belakang program ini terletak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, tidak adanya apotek di desa, dan mahalnya obat-obatan kimia. Padahal, lingkungan sekitar Desa Way Isem mengandung beragam tanaman obat dengan manfaat yang telah terbukti dan dapat dikembangkan lebih lanjut. Program ini menerapkan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang menekankan pada pemberdayaan aset lokal, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam. Pelaksanaannya terdiri dari lima tahap penemuan, impian, perancangan, pendefinisian, dan penentuan yang dilakukan melalui wawancara, diskusi, Focus Group Discussion (FGD), dan praktik langsung budidaya TOGA. Hasil program menunjukkan bahwa masyarakat, khususnya kelompok Ibu-ibu PKK, telah mulai mengembangkan kesadaran akan pentingnya TOGA sebagai alternatif yang aman, terjangkau, dan mudah diakses untuk kesehatan keluarga. Lebih lanjut, TOGA semakin dipandang sebagai potensi ekonomi melalui pemanfaatan dan pengolahan tanaman obat. Singkatnya, program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kesadaran dan kemandirian warga Desa Way Isem dalam menjaga kesehatan keluarga, sekaligus menciptakan peluang berkelanjutan bagi usaha kecil berbasis tanaman obat.


