TRANSFORMASI METODE PENAFSIRAN AL-QUR’AN: DARI TAFSIR KLASIK HINGGA PENDEKATAN HERMENEUTIKA KONTEMPORER

Penulis

  • Oci Anggraini Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Vania Salsabila Faraghita Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis
  • Aziza Aryati Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Penulis

Kata Kunci:

Metode Tahlili, Ijmali, Muqarin, Maudhu’i, Hermeneutika

Abstrak

Penafsiran Al-Qur’an merupakan tradisi keilmuan yang terus berkembang sejak masa Nabi Muhammad ﷺ dan melahirkan beragam metode tafsir sesuai kebutuhan zaman. Artikel ini bertujuan mengkaji secara mendalam empat metode tafsir klasik tahlili, ijmali, maudhu’i, dan muqarin serta pendekatan hermeneutika yang muncul dalam diskursus modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis terhadap kitab tafsir klasik dan modern, buku akademik, serta jurnal ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa metode tafsir klasik memiliki kekhasan masing masing: tahlili memberikan penafsiran rinci berdasarkan susunan mushaf; ijmali menjelaskan makna secara ringkas dan mudah dipahami; maudhu’i menghimpun ayat-ayat bertema sama dan menafsirkannya secara sistematis sehingga sangat relevan untuk menjawab persoalan kontemporer; sementara muqarin menampilkan kajian komparatif antar ayat atau pendapat mufassir. Dibandingkan penelitian terdahulu, artikel ini menambahkan pembahasan hermeneutika sebagai pendekatan modern dalam menafsirkan Al-Qur’an yang menekankan dialog antara teks, realitas sosial, dan pembaca. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa perkembangan metode tafsir menunjukkan dinamika intelektual umat Islam serta kebutuhan menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang kontekstual tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar penafsiran.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-13