ANALYZING THE GAP BETWEEN STUDENTS’ ENTHUSIASM AND ENGLISH SKILLS IN GRADE 5 AT YAYASAN PENDIDIKAN MIS IKHWANUL MUSLIMIN
Kata Kunci:
Antusiasme Siswa, Kemampuan Bahasa Inggris, Siswa Sekolah Dasar, Kompetensi Guru, Tantangan PembelajaranAbstrak
Studi ini menggambarkan situasi siswa Kelas 5 di MIS Ikhwanul Muslimin yang menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dalam belajar bahasa Inggris, tetapi masih memiliki kemampuan bahasa Inggris yang rendah. Para siswa selalu terlihat bersemangat selama pelajaran bahasa Inggris, dan mereka senang menjawab pertanyaan, mempelajari kosakata baru, dan berpartisipasi dalam kegiatan sederhana. Namun, kemampuan bahasa Inggris mereka tidak sebanding dengan antusiasme mereka. Berdasarkan wawancara dengan wali kelas, hanya sekitar 40% siswa yang dapat memahami kosakata dasar dan mengikuti instruksi sederhana, dan sebagian besar siswa ini juga mengikuti les bahasa Inggris tambahan di luar sekolah. Siswa lainnya masih kesulitan membaca kata-kata sederhana, mengingat kosakata, mengucapkan kata-kata bahasa Inggris dengan benar, dan memahami materi baru, sehingga guru seringkali perlu mengulang pelajaran berkali-kali. Masalah ini terjadi terutama karena bahasa Inggris hanya diajarkan dua kali seminggu dan pelajaran diajarkan oleh wali kelas yang bukan ahli bahasa Inggris, sehingga sulit untuk menjelaskan materi secara jelas dan memberikan contoh yang lebih mendalam. Akibatnya, siswa hanya menerima pembelajaran tingkat permukaan dan tidak mendapatkan latihan yang cukup untuk meningkatkan keterampilan mereka. Studi ini menunjukkan bahwa antusiasme saja tidak cukup untuk membantu siswa berkembang dalam bahasa Inggris. Siswa membutuhkan lebih banyak latihan, lebih banyak paparan terhadap bahasa Inggris, strategi pengajaran yang lebih baik, dan guru dengan kompetensi bahasa Inggris yang lebih kuat. Studi ini menyarankan peningkatan keterampilan guru melalui pelatihan bahasa Inggris dasar dan penggunaan media sederhana seperti video, kartu flash, dan ungkapan-ungkapan di kelas untuk membantu siswa belajar langkah demi langkah dan mengubah antusiasme mereka menjadi kemampuan bahasa Inggris yang sesungguhnya.


