REKONSTRUKSI HISTORIS DAN POLITIS PANCASILA SEBAGAI SISTEMETIKA NASIONAL

Penulis

  • Zaenul Slam Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis
  • Anggi Setia Rini Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis
  • Ahmad Ikhwan Saputro Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Pancasila, Sistem Etika, Norma, Prinsip Moral

Abstrak

Pancasila merupakan dasar pemikiran Indonesia yang tersusun dari lima asas saling kait serta saling mendukung. Pancasila berperan sebagai pedoman moral bangsa lewat serangkaian pengembangan nilai-nilai luhur yang tadinya hanyalah pola hidup, bermula dari era orde lama, lalu dikonsolidasikan lewat P-4 di masa orde baru, dan upaya penerapan moral dicoba lewat kebijakan pemerintah saat masa reformasi. Tata krama moral meliputi sekumpulan aturan dan patokan budi pekerti yang memandu seseorang dalam bertindak dan bersikap selaras dengan norma yang dijunjung. Penentuan mengenai benar salah didasarkan pada tujuan luhur Pancasila yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, Kesatuan, Musyawarah, serta Kesejahteraan, sehingga Pancasila menjadi elemen penting dari fondasi etika. Beragam perbedaan dan perilaku menyimpang dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara bisa diatasi asalkan kita mengerti makna hakiki dari tiap sila Pancasila. Sikap saling menghargai antar sesama bisa tumbuh melalui pemahaman dan penerapan etika harian misalnya mengapresiasi jerih payah orang lain, mendorong upaya mereka, berkata jujur, serta membela kebenaran dan keadilan. Penataan kembali ini bertujuan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pondasi pemikiran dan penerapan dalam cara berpikir, berkarakter, dan bertindak bagi setiap orang serta pengelola negara.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-13