MEMAHAMI RITUS PERMAINAN SEHA KILA DALAM BUDAY MANGGARAI SEBAGAI GERAKAN RESTORASI BUDAYA LELUHUR

Penulis

  • Karlius Manto Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Stefanus Fredyanto Metikores Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Tomas Aquino Kanjang Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Sesarius Santoso Edison Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis
  • Febrianus Kaju Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero Penulis

Kata Kunci:

Seha Kila, Budaya Manggarai, Restorasi Budaya, Ritus Tradisional, Kearifan Lokal Dan Identitas Budaya

Abstrak

Seha Kila adalah ritus budaya Manggarai yang dilakukan dengan cara menyembunyikan cincin. Seha Kila ini menyerupai sebuah permainan yang hanya dimainkan ketika ada orang yang meninggal. Tujuan dari Seha Kila adalah untuk menghibur keluarga yang berduka, sedangkan maknanya adalah untuk memisahkan arwah orang yang telah meninggal dengan keluarga atau kenalan yang telah ditinggalkannya. Dalam permainan seha kila ada 3 tahap permainan yang harus dilakukan, yaitu pertama permainan Bundu-Bundu, kedua Kinda dan ketiga Seha Kila. Tiga tahap permainan ini harus dilakukan secara bertahap hingga sampai pada hari saung ta’a (hari ketiga setelah jenazah dikuburkan). Namun di zaman sekarang yang sudah dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, turut membawa dampak yang buruk pada pelestarian permainan Seha Kila. Banyak anak zaman sekarang yang sudah tidak mengenal permainan seha kila. Oleh karena itu karya tulis ini dibuat semata-mata untuk menyadarkan, mengenalkan kembali permainan Seha Kila di tengah anak-anak mudah Manggarai sebagai gerakan restorasi budaya leluhur yang harus dilestarikan.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-13