PENGARUH PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP KESEJAHTERAAN DI KALIMANTAN BARAT
Kata Kunci:
Kelapa Sawit, Penanaman Modal Dalam Negeri, Tenaga Kerja, Indeks Pembangunan ManusiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh luas lahan kelapa sawit, jumlah tenaga kerja sektor perkebunan, dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) terhadap kesejahteraan masyarakat di Provinsi Kalimantan Barat yang diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ekspansi perkebunan sawit dan peningkatan investasi domestik dalam lima tahun terakhir belum sepenuhnya diikuti oleh perbaikan kualitas hidup secara merata, sehingga diperlukan kajian empiris untuk menilai kontribusi sektor sawit terhadap pembangunan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model regresi data panel yang mencakup 12 kabupaten/kota di Kalimantan Barat selama periode 2020–2024. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Barat. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui uji Chow dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan kelapa sawit dan jumlah tenaga kerja perkebunan berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM, sedangkan PMDN berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan IPM. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan sektor sawit berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila didukung oleh peningkatan kualitas tenaga kerja, pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan, dan strategi hilirisasi yang inklusif.


