PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KUALITAS SDM DAN FASILITAS KANTOR TERHADAP KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA DENGAN PEMBAYARAN INSENTIF SEBAGAI INTERVENING PADA BALAI KARANTINA HEWAN, IKAN DAN TUMBUHAN NUSA TENGGARA TIMUR
Kata Kunci:
Gaya Kepemimpinan, Kualitas SDM, Fasilitas Kantor, Pembayaran Insentif, Kinerja Aparatur Sipil NegaraAbstrak
Penelitian ini menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan fasilitas kantor terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Nusa Tenggara Timur, dengan pembayaran insentif sebagai variabel intervening. Asumsi dasar penelitian adalah bahwa ketiga variabel independen tidak hanya berpengaruh langsung, tetapi juga secara tidak langsung melalui insentif. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 60 ASN yang dipilih secara acak dari populasi 141 ASN. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori baik. Analisis inferensial dengan Partial Least Square (SmartPLS 4.1.1.4) mengonfirmasi bahwa kualitas SDM berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN, fasilitas kantor berpengaruh signifikan terhadap insentif, dan insentif berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN. Insentif terbukti memediasi pengaruh fasilitas kantor terhadap kinerja ASN, namun tidak memediasi pengaruh gaya kepemimpinan maupun kualitas SDM. Kontribusi variabel independen terhadap insentif sebesar 57,5%, sedangkan kontribusi keseluruhan terhadap kinerja ASN sebesar 76,2%. Implikasi penelitian menegaskan bahwa peningkatan kinerja ASN dapat dicapai melalui penguatan kualitas SDM, pemeliharaan fasilitas kantor, serta mekanisme insentif yang tepat. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain, seperti budaya organisasi, motivasi kerja, dan lingkungan kerja, guna memperkaya model peningkatan kinerja sektor publik.


