GAMBARAN PREVALENSI HEPATITIS B DAN MALARIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS TIMIKA KECAMATAN MIMIKA BARU

Penulis

  • Nabilla Al Bilbina Rahmad Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Penulis
  • Arif Bimantara Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Penulis
  • Nazula Rahma Shafriani Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Penulis

Kata Kunci:

Ibu Hamil, Hepatitis B, Malaria, HBsAg

Abstrak

Hepatitis B adalah sebuah infeksi menular yang berpotensi mengakibatkan masalah dalam proses pembekuan darah, kegagalan organ, keguguran, kelahiran prematur, perdarahan, serta meningkatkan angka kematian di kalangan ibu hamil dan bayi yang baru lahir. Di beberapa wilayah, hepatitis B dan malaria adalah penyakit yang dapat membahayakan kesehatan ibu hamil. Malaria sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk betina jenis Anopheles dan dapat mengurangi kualitas sumber daya manusia. Infeksi malaria pada wanita hamil dapat menambah risiko keguguran, kematian janin, kelahiran prematur, serta berat badan lahir yang rendah (BBLR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami prevalensi hepatitis B dan malaria di kalangan ibu hamil, dengan memperhatikan usia dan trimester mereka, di Puskesmas Timika Kecamatan Mimika Baru. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan potong lintang, data yang digunakan mencakup hasil pemeriksaan hepatitis B dan malaria pada ibu hamil dari Januari 2024 sampai Desember 2024. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif pada software SPSS. Berdasarkan karakteristik usia, sebagian besar responden berada dalam rentang 20-35 tahun dengan persentase sebesar 94,19%. Untuk usia kehamilan, mayoritas responden berada di trimester kedua dengan persentase sebesar 34,30%. Dari pemeriksaan hepatitis B dan malaria, ditemukan bahwa 4 (3,0%) ibu hamil reaktif terhadap hepatitis B juga positif malaria, sementara 27 (18,0%) ibu hamil positif malaria. Malaria dapat membawa dampak serius bagi kesehatan ibu dan janin. Wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi malaria karena penurunan sistem kekebalan tubuh selama masa kehamilan.

Unduhan

Diterbitkan

2025-09-13