HUBUNGAN LAMA KEJADIAN HIPERTENSI DENGAN GANGGUAN FUNGSI KOGNITIF PADA LANSIA DI PUSKESMAS REJOSARI KOTA PEKANBARU
Kata Kunci:
Gangguan Fungsi Kognitif, Lama Kejadian Hipertensi, Lansia, PuskesmasAbstrak
Hipertensi yang berlangsung lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko gangguan fungsi kognitif pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif pada lansia di Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Desain penelitian adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel 134 lansia hipertensi berusia >60 tahun. Instrumen penelitian berupa lembar observasi lama kejadian hipertensi dan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengukur gangguan fungsi kognitif. Pengumpulan data dilaksanakan pada 09 Desember 2025 sampai 23 Desemeber 2025. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 60-65 tahun (53%), perempuan (61,9%), pendidikan SMA (44,8%) dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (52,2%). Sebagian besar responden menderita hipertensi dalam jangka sedang 6-10 tahun (46,3%) dan mengalami gangguan fungsi kognitif ringan (45,5%). Hasil uji chi-square menunjukkan nilai p value <0,001 yang berarti terdapat hubungan signifikan antara lama kejadian hipertensi dengan gangguan fungsi kognitif pada lansia. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama lansia menderita hipertensi, semakin tinggi risiko mengalami gangguan fungsi kognitif dengan tingkat yang lebih berat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi puskesmas untuk mengoptimalkan program pengendalian hipertensi sejak dini dan melakukan skrining fungsi kognitif secara berkala pada lansia hipertensi sebagai upaya pencegahan gangguan fungsi kognitif.


