PENGARUH TEKNIK THOUGHT STOPPING TERHADAP KELELAHAN PADA MAHASISWA PRODI S1 KEPERAWATAN INSTITUT KESEHATAN PAYUNG NEGERI PEKANBARU TINGKAT III
Kata Kunci:
Fatigue, Thought Stopping, Mahasiswa KeperawatanAbstrak
Kelelahan merupakan kondisi yang umum dialami mahasiswa keperawatan akibat tingginya tuntutan akademik, padatnya jadwal praktikum, serta tekanan psikologis selama proses pembelajaran. Kelelahan yang bersifat fisik, mental, dan emosional dapat berdampak pada penurunan konsentrasi, motivasi belajar, kinerja akademik, serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengatasi kondisi tersebut adalah teknik thought stopping, yang bertujuan menghentikan pikiran negatif yang berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknik thought stopping terhadap tingkat kelelahan pada mahasiswa Program Studi S1 Keperawatan Tingkat III di Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif quasi-experiment dengan pendekatan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 72 responden yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (36 responden) dan kelompok kontrol (36 responden). Tingkat kelelahan diukur menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya penurunan rerata skor kelelahan yang signifikan pada kelompok eksperimen dari 23,22 menjadi 21,42 (p < 0,001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perubahan yang signifikan (p = 0,068). Hasil uji Mann-Whitney pada nilai posttest menunjukkan perbedaan tingkat kelelahan yang bermakna antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (U = 480,500; Z = −1,896; p = 0,048). Dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik thought stopping berpengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kelelahan mahasiswa keperawatan. Teknik ini direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan kesehatan mental mahasiswa.


