HUBUNGAN FEAR OF MISSSING OUT (FOMO) DENGAN PELAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMPN 32 PEKANBARU
Kata Kunci:
Bullying, Cross-Sectional, Fear Of Missing Out (FoMO), RemajaAbstrak
Fenomena perilaku bullying di kalangan remaja masih menjadi masalah serius yang kian berkembang seiring dengan tingginya intensitas penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear of Missing Out (FoMO) dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 32 Pekanbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 32 Pekanbaru, dengan sampel sebanyak 232 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Fear of Missing Out Scale (FoMOs) yang mengacu pada aspek Przybylski dan Olweus Bully/Victim Questionnaire-Revised (OBVQ-R). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan sedang antara FoMO dan perilaku bullying, yang ditunjukkan dengan nilai p-value = 0,001 dan nilai korelasi r = -0,444. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO, semakin rendah kecenderungan remaja melakukan bullying. Diskusi: Temuan ini menunjukkan pola hubungan negatif, di mana remaja dengan FoMO tinggi cenderung lebih fokus pada pemantauan aktivitas sosial (monitoring) untuk mengatasi kecemasan mereka daripada melakukan agresi verbal atau fisik. Sebaliknya, perilaku bullying mungkin lebih didominasi oleh individu dengan karakteristik psikososial yang berbeda.


