INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KEJADIAN BULLYING PADA REMAJA DI SMP NEGERI 16 PEKANBARU
Kata Kunci:
Bullying, Intensitas Penggunaan Media Sosial, Remaja, Spearman RankAbstrak
Penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan remaja sering dikaitkan dengan berbagai risiko perilaku negatif, termasuk bullying. Fenomena ini menjadi perhatian penting mengingat dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kejadian bullying pada remaja di SMP N 16 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 193 siswa di SMP N 16 Pekanbaru yang dipilih menggunakan teknik Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen Skala Intensitas Penggunaan Media Sosial (SIPMS) dan Olweus Bully/Victim Questionnaire – Revised (OBVQ-R). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor intensitas penggunaan media sosial responden adalah 40,07, sedangkan rata-rata skor perilaku bullying adalah 94,33. Berdasarkan uji statistik, diperoleh nilai p-value sebesar 0,226 (p > 0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kejadian bullying pada remaja di SMP N 16 Pekanbaru. Hal ini mengindikasikan bahwa durasi atau frekuensi penggunaan media sosial tidak secara langsung menentukan keterlibatan remaja dalam perilaku bullying pada populasi ini, yang mungkin disebabkan oleh pola penggunaan media sosial yang cenderung pasif.


