HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISIS PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK DI RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU

Penulis

  • Annisa Buana Rahmadhani Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis
  • Candra Saputra Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis
  • Ezalina Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis
  • Ifon Driposwana Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis

Kata Kunci:

Resiliensi, Kualitas Hidup, Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisi

Abstrak

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang terus meningkat dan berdampak luas terhadap kondisi fisik, psikologis, serta sosial pasien. Pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisis sering mengalami keterbatasan aktivitas dan tekanan psikologis yang dapat menurunkan kualitas hidup. Resiliensi sebagai kemampuan individu untuk beradaptasi dan bertahan dalam kondisi sulit dipandang sebagai faktor penting dalam mempertahankan kualitas hidup pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 88 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi dan kuesioner kualitas hidup, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat resiliensi dan kualitas hidup pada kategori sedang hingga baik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Pasien dengan tingkat resiliensi yang lebih tinggi cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi berhubungan secara bermakna dengan kualitas hidup pasien hemodialisis. Oleh karena itu, peningkatan resiliensi perlu menjadi perhatian dalam asuhan keperawatan guna mendukung kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-13