PENGARUH TERAPI BUTTERFLY HUG TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI PEKANBARU
Kata Kunci:
Butterfly Hug, Kecemasan, PrimigravidaAbstrak
Kecemasan pada ibu hamil primigravida, terutama pada trimester III, dapat berdampak negatif terhadap kesehatan ibu dan janin. Terapi Butterfly Hug merupakan salah satu intervensi non-farmakologis yang berpotensi menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Butterfly Hug terhadap kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan skema pre-test and post-test with control group. Sampel penelitian terdiri dari 26 ibu hamil primigravida trimester III yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan terapi Butterfly Hug dan kelompok kontrol yang diberikan terapi tarik napas dalam. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, dan pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired T-Test untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi pada masing-masing kelompok. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol (p = 0,000; p < 0,05). Namun, penurunan tingkat kecemasan pada kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol, yang ditunjukkan oleh nilai mean difference yang lebih tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi Butterfly Hug efektif dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat di Puskesmas, menerapkan terapi Butterfly Hug sebagai bagian dari intervensi non-farmakologis dalam pelayanan kehamilan. Selain itu, penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang terapi ini.


