HUBUNGAN JOGGING DENGAN TEKANAN DARAH PADA DEWASA MUDA DI KOTA PEKANBARU
Kata Kunci:
Jogging, Tekanan Darah, Dewasa MudaAbstrak
Tekanan darah merupakan salah satu indikator penting kesehatan kardiovaskular yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk aktivitas fisik. Jogging sebagai bentuk aktivitas fisik aerobik sederhana dan mudah dilakukan berpotensi memberikan manfaat dalam pengendalian tekanan darah, khususnya pada kelompok dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jogging terhadap tekanan darah pada dewasa muda di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah sistolik dan diastolik serta pengisian kuesioner terkait aktivitas jogging dan karakteristik responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas jogging rutin memiliki hubungan dengan tekanan darah pada dewasa muda, di mana responden dengan tingkat aktivitas jogging yang lebih baik cenderung memiliki tekanan darah yang lebih terkontrol. Karakteristik responden didominasi oleh dewasa muda usia 22–25 tahun, berjenis kelamin perempuan, berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa, berpendidikan sarjana, berasal dari suku Melayu, serta memiliki gaya hidup dengan kecenderungan pola tidur yang tidak teratur. Selain itu, terdapat perbedaan tekanan darah sistolik dan diastolik berdasarkan tingkat aktivitas jogging, di mana responden dengan aktivitas jogging yang lebih baik menunjukkan kecenderungan tekanan darah yang lebih stabil dibandingkan responden dengan aktivitas jogging rendah. Dengan demikian, jogging rutin dapat menjadi salah satu upaya nonfarmakologis yang efektif dalam menjaga tekanan darah pada dewasa muda.


