PENGARUH TERAPI MELUKIS TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN DI UPT BINA LARAS
Kata Kunci:
Halusinasi Pendengaran, Terapi Seni Lukis, Keperawatan JiwaAbstrak
Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala utama pada pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia, yang dapat memengaruhi perilaku, fungsi sosial, dan kemampuan individu dalam membedakan realitas. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala tersebut adalah terapi seni lukis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi seni lukis terhadap tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada pasien di UPT Bina Laras.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pasien halusinasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat halusinasi dilakukan menggunakan instrumen Auditory Hallucinations Rating Scale (AHRS). Intervensi terapi seni lukis diberikan selama tiga hari berturut-turut dengan durasi 30–60 menit setiap sesi. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t test.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor halusinasi dari 20,70 sebelum intervensi menjadi 10,45 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa terapi seni lukis berpengaruh signifikan terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi pendengaran.Dapat disimpulkan bahwa terapi seni lukis efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam membantu menurunkan gejala halusinasi pendengaran. Terapi ini dapat menjadi alternatif pendekatan dalam praktik keperawatan jiwa untuk membantu pasien mengendalikan halusinasi.


