PENGARUH TERAPI KOMBINASI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP NYERI KEPALA PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KOTA PEKANBARU
Kata Kunci:
Hipertensi, Nyeri Kepala, Relaksasi Otot Progresif, Relaksasi AutogenikAbstrak
Hipertensi merupakan kondisi medis kronis yang sering disebut sebagai "the silent killer" karena seringkali tidak menunjukkan gejala namun berisiko menyebabkan komplikasi fatal. Gejala khas yang paling sering dirasakan penderita adalah nyeri kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial dan gangguan vaskular serebral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kombinasi relaksasi otot progresif dan relaksasi autogenik terhadap penurunan skala nyeri kepala pada pasien hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki, Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Quasi Experiment menggunakan pendekatan One Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 17 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan data dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi (pre-test), rata-rata skala nyeri kepala responden adalah 5,24 (SD ± 0,97) yang berada pada kategori nyeri sedang. Setelah diberikan intervensi (post-test), rata-rata skala nyeri kepala menurun secara signifikan menjadi 1,94 (SD ± 1,08) yang berada pada kategori nyeri ringan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -3,651 dengan signifikansi p < 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pemberian intervensi terhadap penurunan skala nyeri kepala. Kesimpulan penelitian ini adalah teknik kombinasi relaksasi otot progresif dan autogenik efektif dalam menurunkan nyeri pada pasien hipertensi melalui stimulasi respon parasimpatis. Terapi ini disarankan sebagai alternatif non-farmakologi mandiri yang aman bagi masyarakat untuk menurunkan skala nyeri kepala penderita hipertensi.


