PENGARUH LATIHAN PEREGANGAN OTOT TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PELAYANAN SOSIAL TRESNA WERDHA KHUSNUL KHOTIMAH

Penulis

  • Putri Miftahul Jannah Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Sri Yanti Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Dendy Kharisna Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis
  • Afrida Sriyani Institut Kesehatan Payung Negeri Penulis

Kata Kunci:

Latihan Peregangan Otot, Hipertensi, Tekanan Darah, Lansia, Intervensi Non-Farmakologis

Abstrak

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang dapat menurunkan kualitas hidup serta meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular seperti stroke dan penyakit jantung. Proses penuaan menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah dan peningkatan kekakuan arteri sehingga tekanan darah pada lansia cenderung meningkat. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan tekanan darah adalah latihan peregangan otot. Namun, pelaksanaan latihan peregangan otot pada lansia belum dilakukan secara optimal dan terstruktur, khususnya di lingkungan panti sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan otot terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia dengan hipertensi di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Khusnul Khotimah. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 37 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa latihan peregangan otot dilakukan secara teratur sebanyak tiga kali dalam seminggu sesuai standar operasional prosedur, dengan pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan latihan peregangan otot, sehingga latihan ini dapat dijadikan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis yang aman, sederhana, dan efektif bagi lansia hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dalam mengembangkan program latihan fisik sederhana bagi lansia. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan kelompok kontrol, memperpanjang durasi intervensi, serta mengombinasikan latihan peregangan otot dengan intervensi non-farmakologis lainnya untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-13