HUBUNGAN KADAR LOGAM BERAT NIKEL (NI) PADA AIR LAUT DAN HIGIENE PERORANGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT KULIT PADA MASYARAKAT PESISIR DI DESA BALIARA KECAMATAN KABAENA BARAT KABUPATEN BOMBANA
Kata Kunci:
Nikel (Ni), Pencemaran Air Laut, Higiene Perorangan, Penyakit Kulit, Masyarakat PesisirAbstrak
Pencemaran Nikel di Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana berasal dari aktivitas pertambangan di Pulau Kabaena yang menyebabkan meningkatnya kadar logam berat nikel (Ni) pada air laut dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya penyakit kulit pada masyarakat pesisir yang sering kontak langsung dengan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar logam berat nikel (Ni) pada air laut dan higiene perorangan dengan kejadian penyakit kulit pada masyarakat pesisir di Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat Kabupaten Bombana. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi berjumlah 400 jiwa dengan sampel sebanyak 78 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan data sekunder hasil uji laboratorium kualitas air laut oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Tenggara, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nikel (Ni) pada air laut sebesar 3,464 mg/L telah melebihi baku mutu yang ditetapkan. Sebanyak 32 responden (41,0%) mengalami gejala penyakit kulit. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pencemaran logam berat nikel dengan gejala penyakit kulit (p-value = 0,028 < 0,05). Selain itu, personal higiene juga berhubungan dengan kejadian penyakit kulit. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara kadar logam berat nikel (Ni) pada air laut dan higiene perorangan dengan kejadian penyakit kulit pada masyarakat pesisir di Desa Baliara Kecamatan Kabaena Barat Kabupaten Bombana.


