HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN STATUS STUNTING PADA ANAK USIA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TENAYAN RAYA KOTA PEKANBARU

Penulis

  • Suci Nurhaliza Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis
  • Dini Maulinda Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis
  • Deswinda Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis
  • Veni Dayu Putri Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru Penulis

Kata Kunci:

Pola Makan, Status Stunting, Balita, WHO Z-Score

Abstrak

Balita merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi, salah satunya adalah stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya berdasarkan WHO Z-Score. Pola makan yang tidak tepat, baik dari segi jenis, jumlah, maupun frekuensi makanan, menjadi salah satu faktor langsung yang memengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan status stunting pada anak usia balita di wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 31 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan adalah Child Feeding Questionnaire (CFQ) untuk menilai pola makan dan pengukuran status stunting menggunakan WHO Z-Score (TB/U) melalui aplikasi GiziAnakku. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki pola makan tidak tepat sebanyak 18 responden (58,1%). Berdasarkan status stunting, diperoleh kategori sangat pendek sebanyak 6 balita (19,4%), pendek 11 balita (35,5%), normal 12 balita (38,7%), dan tinggi 2 balita (6,4%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan status stunting pada balita. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan yang tidak tepat berhubungan dengan meningkatnya kejadian stunting pada anak usia balita. Diharapkan orang tua lebih memperhatikan kualitas, kuantitas, dan keteraturan pemberian makan guna mendukung pertumbuhan optimal dan mencegah stunting.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-13