EDUKASI STUNTING DAN UNDERWEIGHT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN ORANG TUA DALAM PENCEGAHAN MASALAH GIZI PADA BALITA DI DESA LUGUSARI KECAMATAN PAGELARAN
Kata Kunci:
Stunting, Underweight, Balita, Edukasi Gizi, Pengetahuan Orang TuaAbstrak
Stunting dan underweight masih menjadi salah satu permasalahan gizi pada balita yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan, perkembangan, serta kesehatan anak dalam jangka panjang. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan orang tua mengenai kebutuhan gizi, praktik pemberian makanan yang tidak sesuai, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan yang belum optimal. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional masih mencapai 19,8%, sehingga upaya pencegahan dan penanganan masalah gizi pada balita perlu terus diperkuat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua mengenai stunting dan underweight serta upaya pencegahannya melalui pemenuhan gizi seimbang dan pemantauan pertumbuhan balita. Kegiatan dilaksanakan dengan sasaran orang tua yang memiliki balita melalui penyuluhan kesehatan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, media poster, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 52 pada pre-test menjadi 90 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 38 poin atau 73,1%. Edukasi mencakup pengertian, faktor risiko, tanda dan dampak stunting serta underweight, kebutuhan gizi balita, pemberian makanan bergizi seimbang, dan pentingnya pemantauan pertumbuhan rutin di Posyandu. Peningkatan pengetahuan menunjukkan bahwa edukasi gizi dengan metode interaktif dan media visual dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pencegahan masalah gizi pada balita. Hasil ini sejalan dengan penelitian tahun 2024 yang menunjukkan bahwa edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan praktik pemberian makanan pendamping pada ibu serta memperbaiki indikator status gizi anak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, memantau pertumbuhan secara berkala, serta mendukung pencegahan stunting dan underweight secara berkelanjutan.


