PENGALAMAN SISWA DALAM MEMAKNAI REGULASI EMOSI: STUDI KASUS PADA SISWA SMK AL ISLAM KARANGTENGAH

Penulis

  • Dian Nabila Septini UIN Walisongo Semarang Penulis
  • Hilfi Dzatil Ismah UIN Walisongo Semarang Penulis
  • Muhammad Aditya Prasetyo UIN Walisongo Semarang Penulis
  • Sien Karsiya Sidik UIN Walisongo Semarang Penulis
  • Nabilah Azzahrah UIN Walisongo Semarang Penulis
  • Siti Hikmah UIN Walisongo Semarang Penulis

Kata Kunci:

Regulasi Emosi, Pengalaman Siswa, Studi Kasus, Siswa SMK, Process Model Of Emotion Regulation

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman siswa dalam mengenali, memaknai, dan mengelola emosi setelah mengikuti kegiatan sosialisasi regulasi emosi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan satu siswa SMK Al Islam Karangtengah yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria memiliki skor pre-test regulasi emosi tertinggi di kelas, telah mengikuti sosialisasi regulasi emosi, dan bersedia mengikuti proses wawancara. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan berpedoman pada lima strategi dalam Process Model of Emotion Regulation dari Gross, yaitu situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses pengodean, pengelompokan kode, peninjauan tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama dalam pengalaman regulasi emosi subjek, yaitu pengelolaan situasi pemicu emosi, ekspresi emosi sebagai strategi regulasi diri, serta penyesuaian respons dalam interaksi sosial. Subjek cenderung mengelola emosi dengan menjauh dari situasi yang memicu emosi, mencari tempat yang lebih tenang, dan mengalihkan perhatian melalui aktivitas lain. Ketika emosi telah muncul, subjek menggunakan ekspresi seperti menangis dan berteriak sebagai cara untuk memperoleh rasa lega dan tenang, dengan tetap menyesuaikan bentuk dan tempat ekspresi dengan konteks sosial. Selain itu, subjek menunjukkan kemampuan menyesuaikan respons emosional dalam interaksi sosial, termasuk menahan tampilan emosi dan menghindari keterlibatan dalam situasi emosional orang lain. Kemampuan cognitive change tampak bersifat kontekstual, yaitu lebih terlihat ketika subjek berusaha memahami kondisi emosional orang lain dibandingkan ketika dirinya menjadi pihak yang terdampak secara langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa regulasi emosi pada subjek bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh konteks situasional serta interpersonal.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-13