EFEKTIVITAS SISTEM BAJAPUIK DALAM MENGURANGI WANPRESTASI PADA PEMBIAYAAN USAHA MIKRO DI BPRS HAJI MISKIN CABANG PAYAKUMBUH
Kata Kunci:
Efektivitas, Wanprestasi, Sistem Bajapuik, Pembiayaan Usaha MikroAbstrak
Lembaga pembiayaan adalah salah satu jenis perusahaan yang termasuk dalam sektor lembaga keuangan bukan bank dan berperan penting dalam pembiayaan. Bagi mereka yang mencari sumber pendanaan alternative yang sesuai dengan kebutuhan mereka, lembaga ini adalah pilihan yang baik. Lembaga keuangan adalah perusahaan komersial yang terlibat dalam operasi pembiayaan, seperti penyediaan keuangan atau barang modal. Definisi ini berdasarkan peraturan presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2009 tentang lembaga Pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Sistem Bajapuik dalam upaya mengurangi tingkat wanprestasi pada pembiayaan usaha mikro. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian ini ada dua yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknis analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, sistem, bajapuik merupakan sebuah mekanisme penjemputan angsuran secara langsung oleh pihak bank ke tempat si nasabah, kemudian petugas menyetorkan pembiayaan si nasabah ke bank, proses penjemputan ini dijelaskan pada pada saat pihak BPRS melakukan survey dan juga dijelaskan pada saat pelaksanaan akad. Faktor yang menyebabkan wanprestasi pada pembiayaan usaha mikro adalah penggunaan modal yang tidak sesuai dengan kebutuhan usaha, selain itu faktor yang menyebabkan wanprestasi adalah usaha yang dijalankan tidak berjalan dengan baik, dan yang terakhir faktor yang menyebabkan wanprestasi adalah persaingan bisnis dan strategi dalam mengembangkan usaha nasabah kurang baik. Implementasi sistem Bajapuik memberikan kontribusi signifikan dalam menekan angka wanprestasi. Sistem Bajapuik yang diterapkan sudah efektif, hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator dalam pengukuran efektivitas, baik dari faktor kejelasan tujuan, kejelasan strategi pencapaian tujuan, dan sistem pengawasan dan pengendalian yang mendidik, kecuali pada indikator penyediaan sarana dan prasarana dimana BPRS Haji Miskin ini tidak menyediakan kendaraan tetapi memberikan biaya untuk pembelian bensin kepada petugas penjemput cicilan nasabah


