STRATEGI INOVATIF BANK DALAM MENGHADAPI KREDIT MACET PADA PENYALURAN PEMBIAYAAN KUR  (Studi Kasus: BSI KCP Gunung Raya Kandis)

Penulis

  • Putri Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Yenty Astarie Dewi Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Habibatur Ridhah Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Penulis
  • Sandra Dewi Universitas Islam Negeri Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi Penulis

Kata Kunci:

Customer Relationship Manajemet (CRM), Nasabah, BPRS

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab peningkatan rasio Non Performing Financing (NPF), mengidentifikasi strategi inovatif yang diterapkan bank, serta mengevaluasi efektivitas penerapannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan rasio NPF dari 3% pada tahun 2022 menjadi 6% pada tahun 2024 disebabkan oleh lemahnya karakter dan kapasitas debitur, penyalahgunaan dana pembiayaan, serta kurangnya pengawasan pasca pencairan. Strategi inovatif yang dilakukan BSI KCP Gunung Raya Kandis meliputi restrukturisasi pembiayaan, pemberian diskon margin, pembentukan tim khusus penanganan NPF, serta monitoring lapangan yang melibatkan Account Officer (AO) dan Micro Business Representative (MBR). Strategi tersebut cukup efektif dalam memperlambat laju kenaikan NPF, meskipun masih terkendala rendahnya literasi keuangan nasabah dan keterbatasan sumber daya manusia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi inovatif berbasis teknologi, edukasi, serta pendekatan persuasif dalam mengelola risiko pembiayaan syariah, khususnya pada program KUR yang menyasar pelaku UMKM.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-13