PENGARUH PROSES PENGOLAHAN TERHADAP KUALITAS GAMBIR NAGARI MUARO PAITI KABUPATEN LIMA PULUH KOTA SUMATERA BARAT
Kata Kunci:
Proses Pengolahan, Kualitas Produk, Gambir, Nagari Muaro Paiti, Ekonomi IslamAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kualitas gambir Nagari Muaro Paiti, Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat. Meskipun produksi gambir di wilayah ini menunjukkan peninkatan signifikan dari tahun 2020 hingga 2024, kualitas produksi masih menjadi kendala utama akibat proses pengolahan yang belum efisien dan kurangnya penerapan teknologi modern. Metode pengolahan yang masihtradisional, seperti perebusan menggunakan tungku kayu sederhana dan pengerinan manual dibawah sinar matahari, menyebabkan variasi kualitas produk dan rentan terhadap pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana proses pengolahan berkontribusi terhadap mutu akhir produk gambir yang diproduksi di Nagari Muaro Paiti, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, serta dokumentasi. Instrumen berupa kuesioner dibagikan kepada 30 petani gambir yang memiliki unit pengolahan di wilayah tersebut, yang dipilih secara purposif berdasarkan kriteria tertentu. Variabel bebas dalam penelitian ini mencakup aspek-aspek dalam proses pengolahan gambir (X), seperti metode yang digunakan, penerapan teknologi, serta tingkat keterampilan tenaga kerja. Sementara itu, variabel terikatnya adalah kualitas produk gambir (Y), yang diukur berdasarkan parameter kandungan zat aktif, tingkat kebersihan, aspek keamanan, dan konsistensi mutu produk. Analisis data dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik statistik, meliputi analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas instrumen, regresi linear sederhana, analisis koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan positif antara proses pengolahan terhadap kualitas produk gambir. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 12,647 + 0,387X, dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa variabel proses pengolahan secara statistik berkontribusi terhadap peningkatan kualitas. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,579 mengindikasikan adanya hubungan yang cukup kuat, searah, dan positif. Sementara itu, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,336 menunjukkan bahwa 33,6% variasi dalam kualitas produk gambir dipengaruhi oleh proses pengolahan, sedangkan 66,4% sisanya disebabkan oleh faktor lain, seperti mutu bahan baku, efisiensi peralatan, keterampilan pekerja, dan kondisi lingkungan sekitar. Temuan lapangan juga mengungkap bahwa sebagian besar petani masih menerapkan teknik tradisional yang kurang optimal, yang berdampak pada kehilangan kandungan zat aktif hingga mencapai 70%, serta menyebabkan produk tidak memenuhi standar kualitas ekspor


