DARI PERTUMBUHAN PENDAPATAN KE PENURUNAN LABA: MENGURAI PARADOKS PT JAPFA COMFEED INDONESIA MELALUI ANALISIS PORTER'S FIVE FORCES DAN SWOT
Kata Kunci:
Porter’s Five Forces, SWOT TOWS, Risk Management, Growth Profitability Paradox, Industri UnggasAbstrak
PT Japfa Comfeed Indonesia menghadapi growth–profitability paradox: pendapatan tahun 2022 meningkat 9,11% tetapi laba bersih turun 29,70%. Penelitian ini bertujuan (1) menilai tekanan industri yang memengaruhi margin dengan Porter’s Five Forces, (2) memetakan faktor internal–eksternal melalui analisis SWOT, dan (3) merumuskan rekomendasi strategi yang selaras dengan risiko utama perusahaan. Pertanyaan penelitian meliputi: (RQ1) kekuatan kompetitif apa yang paling menekan profitabilitas Japfa; (RQ2) faktor biaya/operasional apa yang paling dominan menjelaskan penurunan laba; dan (RQ3) strategi apa yang paling relevan untuk memulihkan profitabilitas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif berbasis data sekunder (laporan keuangan audited, publikasi industri, dan data periode 2021–2022). Hasil menunjukkan rivalitas industri serta daya tawar pembeli berada pada tingkat tinggi, sedangkan daya tawar pemasok, ancaman substitusi, dan ancaman pendatang baru berada pada tingkat moderat. Secara internal, integrasi vertikal dan kapabilitas teknologi menjadi kekuatan utama, sementara ketergantungan impor dan struktur biaya tinggi menjadi kelemahan kritis. Penurunan profitabilitas terutama dipicu kenaikan biaya bahan baku 13,07% dan beban keuangan 39,33% yang melampaui pertumbuhan pendapatan. Rekomendasi utama mencakup strategi tiga pilar: kepemimpinan biaya (optimasi rantai pasok dan otomasi proses), diferensiasi (penguatan biosekuriti dan inovasi produk bernilai tambah), serta pengembangan pasar (penetrasi e-commerce dan program retensi pelanggan).


