PENGARUH TATA KELOLA PERUSAHAAN, RASIO KEUANGAN, DAN ARUS KAS TERHADAP FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN HOTEL DAN PARIWISATA YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2020-2024

Penulis

  • Viani Wendelina Helly Universitas Ngudi Waluyo Semarang Penulis
  • Bulan Karima Nurani Universitas Ngudi Waluyo Semarang Penulis

Kata Kunci:

Tata Kelola Perusahaan, Rasio Keuangan, Arus Kas, Financial Distress

Abstrak

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang melimpah, mulai dari hutan tropis, hingga pengunungan. Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang melimpah dengan potensi besar sebagai destinasi wisata, sehingga sektor hotel dan periwisata menjadi penopang penting bagi perekinomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata kelola perusahaan, rasio keuangan dan arus kas terhadap financial distress pada perusahaan hotel dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2020-2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder, berupa laporan keuangan yang diakses melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah populasi sebanyak 40 perusahaan hotel dan pariwisata. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 8 perusahaan yang mengalami financial distress. Instrumen penelitian menggunakan program SPSS untuk olah data laporan keuangan perusahaan. Metode analisis data yang digunakan analisis statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan pada variabel dewan komisaris sebesar 0,051, variabel arus kas operasi sebesar 0,454 > 0,05, sehingga variabel tersebut tidak memiliki pengaruh terhadap financial distress. Sedangkan variabel Return On Asset (ROA) menunujukan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti ROA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap financial distress. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh terhadap financial distress dengan nilai R Square  sebesar 58,3%, sehingga masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi  financial distress.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-13