EVALUASI KEBIJAKAN MODERASI BERAGAMA MELALUI PEMAHAMAN PESERTA TERHADAP INDIKATOR MODERASI BERAGAMA DI BALAI PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN AGAMA MAKASSAR
Kata Kunci:
Evaluasi Kebijakan Publik, Moderasi Beragama, Dunn, Outcome, Balai Litbang Agama MakassarAbstrak
Kebijakan penguatan moderasi beragama telah memiliki landasan hukum formal melalui Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2023 dan telah diimplementasikan secara intensif oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar melalui berbagai program kegiatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas kebijakan tersebut dengan menitikberatkan pada capaian outcome berupa pemahaman peserta terhadap empat indikator moderasi beragama, yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodatif terhadap budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 13 informan peserta kegiatan dan telaah dokumen kebijakan serta laporan pelaksanaan program. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman serta menggunakan kerangka evaluasi kebijakan William N. Dunn yang mencakup dimensi input, proses, output, dan outcome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program moderasi beragama melalui Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, Moving Class, Visiting Class, dan Klinik Moderasi Beragama telah menghasilkan outcome positif berupa menguatnya komitmen kebangsaan, meningkatnya sikap toleransi, berkembangnya perilaku anti kekerasan, serta tumbuhnya penerimaan terhadap budaya lokal pada sebagian besar peserta. Meskipun demikian, capaian tersebut belum merata pada seluruh peserta dan masih memerlukan pendampingan berkelanjutan pascakegiatan. Temuan ini mengonfirmasi bahwa keberhasilan kebijakan tidak hanya diukur dari kuantitas kegiatan dan jumlah peserta (output), melainkan harus dilihat dari perubahan pemahaman, sikap, dan perilaku nyata peserta (outcome).


