HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KONSEP DIRI PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RUANG BROMO RSUD Dr. SAIFUL ANWAR PROVINSI JAWA TIMUR
Kata Kunci:
Kecemasan, Konsep DiriAbstrak
Hemodialisis merupakan prosedur medis yang krusial bagi pasien dengan gagal ginjal, namun dapat menimbulkan kecemasan tinggi dan mempengaruhi konsep diri pasien. Kecemasan yang tinggi dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan konsep diri pasien, yang pada gilirannya mempengaruhi kepatuhan terhadap pengobatan dan hasil kesehatan jangka panjang. Penelitian ini termasuk pendekatan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Analisa dalam penelitian ini menggunakan Uji korelasi Spearman’s Rank Correlation Coefficient dengan populasi pasien yang menjalani hemodialisa di ruang bromo sebesar 100 orang. Dari sampel sebesar 80 orang penelitian ini memperlihatkan hasil seseorang yang mengalami kecemasan berat sebanyak 36 orang (45%) dangan konsep diri negatif sebanyak 39 orang (48,8%) sehingga didapatkan nilai korelasi sebesar 0,002 yaitu tedapat korelasi yang bermakna. Dengan nilai kekuatan korelasi sebesar 0,347 dengan kategori yang cukup. Arah hubungan yang negatif artinya hubungan kedua variabel tidak searah. Kesimpulan: Tingkat Kecemasan Pada Pasien yang Menjalani hemodialisa di Ruang Bromo RSUD Dr Saiful Anwar Malang provinsi Jawa Timur sebagian kecil memiliki kecemasan berat dan Konsep Diri Pada Pasien yang Menjalani Hemodialisa di Ruang Bromo RSUD Dr Saiful Anwar Malang provinsi Jawa Timur sebagian kecil memiliki konsep diri negatif hal ini menujukan jika pasien yang menjalani hemodialisa dengan tingkat kecemasan berat hingga panik maka pasien tersebut memiliki konsep diri negatif. Terdapat hubungan negatif antara tingkat kecemasan dengan konsep diri pada pasien hemodialisis. Penurunan tingkat kecemasan berpotensi meningkatkan konsep diri pasien, yang dapat berkontribusi pada perbaikan kualitas hidup dan kepatuhan manjalani hemoadialisa


