GERAKAN SAYANG IBU: MENINGKATKAN PERAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG KESEHATAN IBU POSTPARTUM DI PUSKESMAS TANJUNG SELOR TAHUN 2025
Kata Kunci:
Gerakan Sayang Ibu, Ibu Postpartum, Peran Keluarga, Edukasi Kesehatan, Pengabdian MasyarakatAbstrak
Masa postpartum merupakan periode rentan bagi ibu yang membutuhkan dukungan optimal dari keluarga. Rendahnya pengetahuan keluarga mengenai perawatan ibu postpartum dan tanda bahaya masa nifas dapat berdampak pada kurang optimalnya pemulihan ibu serta keterlambatan dalam pencarian pertolongan kesehatan. Gerakan Sayang Ibu (GSI) menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu postpartum. Meningkatkan pengetahuan dan peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu postpartum melalui edukasi berbasis Gerakan Sayang Ibu di Puskesmas Tanjung Selor. Kegiatan pengabdian masyarakat ini melibatkan 20 ibu postpartum dan anggota keluarga. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, edukasi melalui penyuluhan dan diskusi interaktif menggunakan media leaflet Gerakan Sayang Ibu, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar keluarga memiliki tingkat pengetahuan belum optimal, dengan nilai rata-rata 57,8 dan standar deviasi 14,96. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 95% peserta berada pada kategori pengetahuan baik, nilai rata-rata meningkat menjadi 90,6, dan standar deviasi menurun menjadi 8,01. Hal ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang merata pada seluruh peserta. Edukasi berbasis Gerakan Sayang Ibu efektif meningkatkan pengetahuan dan peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas perawatan masa nifas dan pencegahan komplikasi postpartum secara berkelanjutan.


