PEMANFAATAN PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA BOOKLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG ISPA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SEHATI
Kata Kunci:
Infeksi Saluran Pernapasan Akut, Pendidikan Kesehatan, Booklet, Promosi KesehatanAbstrak
Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya pada kelompok lansia. Data Puskesmas Sehati tahun 2024 menunjukkan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang signifikan, dari 39 kasus pada tahun sebelumnya menjadi 355 kasus. Rendahnya pengetahuan masyarakat terkait gejala, pencegahan, dan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut menjadi faktor penting yang perlu diintervensi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Infeksi Saluran Pernapasan Akut melalui pendidikan kesehatan dengan media booklet yang dirancang secara menarik dan mudah dipahami. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sehati dengan melibatkan 21 responden. Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, penyuluhan menggunakan booklet, diskusi interaktif, dan post-test. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test untuk menilai efektivitas intervensi kegiatan. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan rendah, ditunjukkan oleh dominasi jawaban “Tidak” pada pre-test dengan 151 jawaban dari total pertanyaan. Setelah penyuluhan menggunakan booklet, terjadi peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan, dengan pergeseran dominan ke jawaban “Ya” pada post-test dengan187 jawaban dari total pertanyaan. Edukasi menggunakan booklet mempermudah pemahaman konsep ISPA dan meningkatkan kesadaran akan pencegahan serta penanganan dini. kesimpulan: Media booklet terbukti efektif sebagai sarana edukasi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Disarankan penggunaan booklet secara berkelanjutan dalam program promosi kesehatan di tingkat layanan primer untuk mendorong perilaku pencegahan yang lebih baik.


