PENGARUH PELATIHAN DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAPKINERJA PEGAWAI MELALUI KOMITMEN AFEKTIF DAN ETOSKERJA PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPILKABUPATEN MALAKA
Kata Kunci:
Pelatihan, Work-Life Balance, Komitmen Afektif, Etos Kerja, Kinerja PegawaiAbstrak
Tesis berjudul “Pengaruh Pelatihan dan Work-Life Balance terhadap Kinerja Pegawai melalui Komitmen Afektif dan Etos Kerja pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka”. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam penyelenggaraan pelayanan publik, sehingga peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi prioritas utama organisasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran pelatihan dan keseimbangan kehidupan kerja dalam mendorong kinerja, serta pengaruh komitmen afektif dan etos kerja sebagai variabel perantara. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan persepsi pegawai mengenai kinerja pegawai, pelatihan, work-life balance, komitmen afektif, dan etos kerja; (2) untuk mengetahui signifikansi pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai; (3) untuk mengetahui signifikansi pengaruh work-life balance terhadap kinerja pegawai; (4) untuk mengetahui signifikansi pengaruh komitmen afektif terhadap kinerja pegawai; (5) untuk mengetahui signifikansi pengaruh etos kerja terhadap kinerja pegawai; (6) untuk mengetahui signifikansi pengaruh pelatihan terhadap kinerja pegawai melalui komitmen afektif; serta (7) untuk mengetahui signifikansi pengaruh work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui etos kerja. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Malaka yang berjumlah 31, dengan sampel penelitian ditentukan menggunakan metode sensus. Data yang digunakan adalah data primer melalui kuesioner, serta data sekunder berupa dokumen pendukung instansi. Analisis data menggunakan metode Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan, work-life balance, dan komitmen afektif berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai, sedangkan etos kerja tidak berpengaruh signifikan. Komitmen afektif terbukti memediasi secara signifikan pengaruh pelatihan terhadap kinerja, sedangkan etos kerja tidak memediasi pengaruh work-life balance terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi program pelatihan serta penguatan komitmen afektif dibandingkan melalui etos kerja atau work-life balance semata. Saran yang diajukan yaitu perlunya Dinas Dukcapil Kabupaten Malaka memperkuat kualitas dan intensitas pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pegawai, serta membangun ikatan emosional dan loyalitas pegawai terhadap organisasi. Perhatian terhadap work-life balance dan etos kerja tetap diperlukan, tetapi bukan sebagai faktor utama dalam meningkatkan kinerja, melainkan sebagai faktor pendukung


