PENGARUH FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DAN SELF-REWARD TERHADAP PERILAKU DOOM SPENDING PADA GENERASI Z PENGGUNA TIKTOK DI SOLO RAYA
Kata Kunci:
Fear of Missing Out, Self-Reward, Doom Spending, Generasi Z, TikTokAbstrak
Perkembangan media sosial dan social commerce telah memengaruhi pola konsumsi Generasi Z, terutama melalui paparan terhadap tren, rekomendasi produk, dan aktivitas konsumsi yang berlangsung secara cepat. Kondisi tersebut dapat mendorong munculnya perilaku konsumsi yang tidak sepenuhnya didasarkan pada kebutuhan, salah satunya adalah doom spending. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Fear of Missing Out (FOMO) dan self-reward terhadap perilaku doom spending pada Generasi Z pengguna TikTok di Solo Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria Generasi Z berusia 17–27 tahun, berdomisili di wilayah Solo Raya, dan menggunakan TikTok. Sebanyak 142 responden memenuhi kriteria dan digunakan dalam analisis. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku doom spending dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,554, nilai t-statistic sebesar 7,898, dan p-value sebesar 0,000. Self-reward juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku doom spending dengan koefisien jalur sebesar 0,318, nilai t-statistic sebesar 4,628, dan p-value sebesar 0,000. Nilai R² sebesar 0,550 menunjukkan bahwa FOMO dan self-reward secara bersama-sama mampu menjelaskan 55,0% variasi perilaku doom spending. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor psikologis, khususnya dorongan untuk tidak tertinggal dari tren dan kecenderungan memberikan penghargaan kepada diri sendiri melalui konsumsi, berperan dalam pembentukan perilaku doom spending pada Generasi Z pengguna TikTok.


