KEARIFAN LOKAL SASTRA LISAN SENJANG PADA MASYARAKAT MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN
Kata Kunci:
Senjang, Fungsi, Sastra Lisan, Budaya LokalAbstrak
Penelitian ini penting dilakukan karena kajian terhadap fungsi-fungsi Senjang masih terbatas, padahal pemahaman yang mendalam sangat diperlukan untuk dokumentasi, pengembangan kajian sastra lisan, serta pelestarian budaya lokal secara ilmiah dan terstruktur. Temuan ini mempertegas bahwa Senjang bukan sekadar hiburan, melainkan sarana komunikasi yang mencerminkan identitas dan nilai budaya masyarakat Musi Banyuasin. Senjang merupakan salah satu bentuk sastra lisan tradisional masyarakat Musi Banyuasin yang masih hidup dan berkembang hingga kini. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarat akan nilai sosial, moral, religius, dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi Senjang dalam konteks adat pernikahan di Desa Epil, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis terhadap 10 bait Senjang menunjukkan lima fungsi utama: sosial, budaya, edukatif, ekspresif, dan estetis. Fungsi sosial, budaya, dan estetis muncul di seluruh bait 10 bait, fungsi edukatif dalam 9 bait, dan fungsi ekspresif dalam 8 bait.


