PERLAWANAN MASYARAKAT KOTO NAN GADANG TERHADAP AGRESI MILITER BELANDA II TAHUN 1948-1949
Kata Kunci:
Agresi Militer II, Koto Nan Gadang (Payakumbuh), Perlawanan Masyarakat, PDRIAbstrak
Perlawanan masyarakat adalah bentuk ekspersi masyarakat atas ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan mereka. Salah satunya perlawanan masyarakat yakni perlawanan yang dilakukan masyarakat Koto Nan Gadang terhadap Agresi Militer Belanda II. Agresi Militer Belanda II yang terjadi pada tahun 1948-1949 ini membuat masyarakat dalam kondisi kesulitan. Penelitian ini akan menjelskan tentang latarbelakang timbulnya perlawanan masyarakat, bagaimana bentuk perlawanan yang dilakukan masyarakat, organisasi selama perlawanan dan dampak yang ditimbulkan dari perlawanan yang dilakukan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang dapat menjelaskan bagaimana perlawanan tersebut terjadi setelah melalui tahapan-tahapan penelitian. Teori yang digunakan adalah teori gerakan sosial-perlawanan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlawanan terjadi karena keresahan dan ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat di tanah mereka sendiri. Perlawanan yang dilakukan berupa kontak fisik melalui organisasi-organisasi yang ada. Perlawanan ini memiliki dampak yang cukup serius, dimana banyak masyarakat yang kehilangan rumah, tanah bahkan jiwa. hal ini menarik diteliti untuk melihat kontribusi masyarakat lokal yang berpengaruh pada masa itu.


