Pengaruh Efisiensi Operasional dan Good Corporate Governance Terhadap Risiko Pembiayaan Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2020 - 2024

Penulis

  • Rika Lisnawati Politeknik Negeri Jakarta Penulis
  • Heidy Puspa Alyssa Politeknik Negeri Jakarta Penulis

Kata Kunci:

Efesiensi Operasional, Good Corporate Governance, Risiko Pembiayaan, WarpPLS

Abstrak

Pertumbuhan pesat perbankan syariah di Indonesia membawa tantangan tersendiri, khususnya dalam pengelolaan risiko pembiayaan yang ditandai dengan fluktuasi tingkat Non-Performing Financing (NPF). Ketidakstabilan NPF ini memunculkan urgensi untuk mengevaluasi faktor-faktor internal yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efisiensi operasional yang diukur melalui rasio BOPO dan penerapan Good Corporate Governance (GCG) terhadap risiko pembiayaan pada Bank Umum Syariah di Indonesia tahun 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi WarpPLS versi 7.0. Data diperoleh secara sekunder dari laporan tahunan dan laporan GCG lima bank syariah yang memenuhi kriteria purposive sampling. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efisiensi operasional (BOPO) berpengaruh positif signifikan terhadap NPF dengan koefisien jalur sebesar 0,85 (p < 0,01), sedangkan GCG juga berpengaruh positif signifikan terhadap NPF dengan koefisien 0,43 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan bahwa ketidakefisienan operasional dan kelemahan dalam tata kelola perusahaan dapat meningkatkan risiko pembiayaan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan efisiensi dan penguatan GCG merupakan strategi penting dalam menurunkan pembiayaan bermasalah di bank syariah. Riset ini mengisi kesenjangan literatur dengan mengintegrasikan dua faktor utama risiko pembiayaan dalam satu model pada periode data terkini. Penelitian lanjutan disarankan untuk memasukkan variabel moderasi atau kontrol guna meningkatkan kekuatan model.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-13