Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Capital Adequacy Ratio Bank Perekonomian Rakyat Sebagai Implikasi Pemenuhan POJK Nomor 5/POJK03/2015
Kata Kunci:
Return on Equity (ROE), Non Performing Loan (NPL), Total Aset, Biaya Operasional Terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Bank Perekonomian Rakyat (BPR)Abstrak
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) memiliki peran penting dalam mendukung intermediasi keuangan, khususnya melalui penyaluran pembiayaan kepada masyarakat dan sektor usaha berskala mikro dan kecil. Dalam menjalankan fungsi tersebut, kecukupan modal menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kemampuan bank dalam menyerap risiko dan menjaga keberlanjutan kegiatan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Return on Equity (ROE), Non Performing Loan (NPL), Total Aset, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Kabupaten Semarang selama periode tahun 2019 hingga tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan Bank Perekonomian Rakyat (BPR). Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan ketersediaan dan kelengkapan data selama periode pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Return on Equity (ROE) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR), sedangkan Non Performing Loan (NPL), Total Aset, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Secara simultan, Return on Equity (ROE), Non Performing Loan (NPL), Total Aset, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Loan to Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas yang tercermin melalui kemampuan bank menghasilkan laba dari modal sendiri menjadi faktor yang lebih relevan dalam menjelaskan perubahan kecukupan modal Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dibandingkan faktor risiko kredit, ukuran aset, efisiensi operasional, dan likuiditas dalam model penelitian ini.


