"DIGITAL SPACE: THE ANTHROPOLOGY OF PLANNING IN THE ERA OF URBAN TECHNOLOGY"
Kata Kunci:
Urbanisme Digital, Keadilan Spasial, Etnografi, Eksklusi PerkotaanAbstrak
Transformasi digital perkotaan membentuk kembali cara infrastruktur berfungsi dan cara warga berinteraksi dengan ruang. Studi ini menyelidiki dampak sosial-politik dari perencanaan digital di Makassar, Indonesia, menggunakan etnografi terfokus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua belas informan—mulai dari pekerja informal hingga pengembang digital—dan observasi partisipan. Dipandu oleh teori produksi ruang (Lefebvre), pemerintahan (Foucault), modal simbolik (Bourdieu), dan perlawanan (Scott), temuan mengungkapkan bahwa perangkat digital sering kali mengecualikan kelompok kelompok yang terpinggirkan, mengubah ruang yang ditinggali menjadi data yang disaring dan terukur. Aktor informal terlibat dalam perlawanan mikro untuk merebut kembali agensi spasial. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa sudut pandang antropologis kritis pada kota pintar, yang mengadvokasi perencanaan digital yang inklusif.


