IDENTIFIKASI KESENJANGAN PADA KEMAMPUAN PENALARAN PROPORSIONAL MATEMATIS DITINJAU DARI PEMAHAMAN MATERI PRASYARAT DAN SELF-RENEWAL CAPACITY SISWA SMP
Kata Kunci:
Penalaran Proporsional, Pecahan, Self-Renewal Capacity, SMPAbstrak
Matematika merupakan mata pelajaran esensial yang menuntut penguasaan kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama penalaran proporsional (proportional reasoning), yang menjadi fondasi bagi aljabar. Berbagai laporan mengindikasikan bahwa kemampuan penalaran proporsional siswa SMP masih rendah. Penelitian pendahuluan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pada kemampuan penalaran proporsional matematis ditinjau dari pemahaman materi prasyarat (Pecahan) dan kapasitas pembaruan diri (self-renewal capacity) siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode triangulasi data (campuran). Data kualitatif (konfirmasi kelemahan Pecahan) diperoleh dari wawancara mendalam dengan guru matematika. Data kuantitatif (kapasitas pembaruan diri) dikumpulkan menggunakan angket dari 35 siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan potensi kesenjangan yang serius akibat sinergi dua faktor. Wawancara guru mengonfirmasi adanya kelemahan fundamental pada operasi hitung Pecahan (khususnya saat menyamakan penyebut). Data kuantitatif, menunjukkan bahwa mayoritas absolut siswa (82,86%) berada pada tingkat kapasitas pembaruan diri rendah. Disimpulkan bahwa kesenjangan Penalaran Proporsional Matematis siswa SMP merupakan hasil dari interaksi antara kelemahan konsep Pecahan yang fundamental dengan daya juang adaptif yang rendah. Rendahnya kapasitas pembaruan diri menghambat siswa melakukan adaptasi kognitif yang diperlukan untuk transisi ke penalaran multiplikatif. Intervensi pembelajaran disarankan tidak hanya berfokus pada perbaikan konsep Pecahan tetapi juga pada pembangunan inisiatif dan kemauan belajar siswa secara strategis.


