ANALISIS SIFAT FISIK DAN MEKANIK BETON BERDASRAKAN PENGGUNAAN JENIS AIR YANG BERBEDA
Kata Kunci:
Beton, Jenis Air, Sifat Fisik, Kuat Tekan, Ph Air, Beton NormalAbstrak
Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur karena memiliki kekuatan tekan yang tinggi, daya tahan yang baik, serta kemudahan dalam pembentukan sesuai kebutuhan struktur. Oleh karena itu, mutu beton harus diperhatikan secara cermat untuk menjamin keamanan dan keandalan konstruksi. Salah satu bahan penyusun beton yang sering kurang diperhatikan adalah air, padahal kualitas air sangat berpengaruh terhadap proses hidrasi semen, sifat fisik, dan sifat mekanik beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan jenis air yang berbeda terhadap sifat fisik dan kuat tekan beton normal. Jenis air yang digunakan meliputi air PAM, air sungai, air sumur, dan air hujan yang diambil dari beberapa lokasi di Kota Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan pembuatan benda uji beton berbentuk silinder berukuran 15 × 30 cm. Sebelum digunakan, setiap jenis air diuji nilai pH-nya untuk mengetahui tingkat keasaman atau kebasaannya. Pengujian beton meliputi uji slump untuk mengetahui kelecakan beton segar dan uji kuat tekan beton pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis air berpengaruh terhadap kuat tekan beton. Beton dengan air PAM menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 23,46 MPa, diikuti air sungai 23,02 MPa, air hujan 22,47 MPa, dan air sumur 22,10 MPa. Air dengan pH mendekati netral menghasilkan kuat tekan lebih tinggi dibandingankan dengan air dengan pH yang bersifat asam atau basa.


