PERMASALAHAN PENDIDIKAN ISLAM DALAM LINGKUNGAN ELUARGA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK
Kata Kunci:
Muhammad Radiannur, Keluarga, Pola Asuh Otoritatif, Akhlak Anak, Uswah HasanahAbstrak
Kajian ini membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan pendidikan Islam di dalam keluarga, sekaligus menelaah dampaknya terhadap perkembangan moral dan karakter anak di tengah arus digitalisasi yang terus melaju. Masalah-masalah yang menjadi fokus kajian meliputi: minimnya pemahaman dan kecakapan orang tua dalam menerapkan pendidikan agama, terbatasnya waktu orang tua untuk mendampingi anak karena tekanan ekonomi dan ritme kehidupan modern, derasnya pengaruh negatif dari dunia digital, serta kondisi lingkungan sosial yang tidak sepenuhnya mendukung tumbuhnya nilai-nilai keislaman. Penelitian ini dirumuskan dengan tiga tujuan utama: (1) menelaah konsep pendidikan Islam dalam keluarga selaku pondasi pembentukan akhlak anak; (2) memetakan permasalahan konkret yang muncul dalam praktik pendidikan Islam di lingkungan rumah tangga; serta (3) menyusun strategi pengasuhan Islami yang dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi berbagai hambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research), dengan sumber data yang mencakup jurnal ilmiah nasional terakreditasi Sinta, buku-buku referensi bidang pendidikan Islam, serta dokumen terkait yang diterbitkan dalam rentang 2021–2025. Analisis dilaksanakan secara deskriptif-analitis melalui tahap reduksi data, penyajian terstruktur, dan penarikan simpulan induktif. Hasil kajian memperlihatkan tiga hal pokok: (1) keluarga memegang posisi sentral sebagai al-madrasah al-ula—madrasah pertama bagi anak—dalam menanamkan nilai keimanan, ibadah, dan akhlak sejak masa kanak-kanak; (2) terdapat empat hambatan utama yang melemahkan efektivitas pendidikan Islam di keluarga, yakni terbatasnya kompetensi keagamaan orang tua, sempitnya ruang waktu pendampingan, pengaruh buruk teknologi digital, serta lingkungan sosial yang kurang kondusif; dan (3) pola asuh otoritatif yang memadukan nilai-nilai tarbiyah Islamiyah—keseimbangan antara kelembutan (rahmah) dan ketegasan, dialog dua arah, serta kemandirian anak yang terbimbing—terbukti paling efektif dalam membentuk pribadi anak yang beriman dan berbudi luhur. Keteladanan orang tua (uswah hasanah) menempati kedudukan paling strategis sebagai sarana penanaman nilai Islam. Adapun strategi kunci yang direkomendasikan mencakup penguatan literasi agama orang tua, pembentukan tradisi keluarga yang Islami, pengelolaan teknologi digital berbasis nilai Islam, serta sinergi antara keluarga, sekolah, dan komunitas Muslim.


