PERBANDINGAN BASE SHEAR DAN INTERSTORY DRIFT TERHADAP KOMBINASI BEBAN ANGIN DAN BEBAN GEMPA STUDI KASUS: GEDUNG KEJAKSAAN TINGGI SUMATERA UTARA
Kata Kunci:
Base Shear, Interstory Drift, Beban Gempa, Beban AnginAbstrak
Gedung bertingkat tinggi di wilayah rawan gempa harus dirancang terhadap beban lateral, terutama beban gempa dan beban angin. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai base shear dan interstory drift pada Gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (10 lantai) akibat kombinasi beban angin (SNI 1727:2020) dan beban gempa (SNI 1726:2019) menggunakan perangkat lunak. Hasil analisis menunjukkan bahwa beban gempa memberikan kontribusi gaya lateral dan deformasi yang jauh lebih signifikan dibandingkan beban angin. Base shear maksimum akibat gempa sebesar 6363,44 kN, sedangkan akibat angin hanya 1069,58 kN. Interstory drift maksimum akibat gempa terjadi di lantai 5 sebesar 40,54 mm (statik) dan 35,88 mm (dinamik), sementara akibat angin hanya 0,96 mm di lantai 4. Seluruh nilai drift masih berada di bawah batas izin SNI 1726:2019. Disimpulkan bahwa beban gempa merupakan faktor dominan dalam desain struktur gedung ini.


