EVALUASI PENGELOLAAN BELANJA DAERAH UNTUK HORTIKULTURA DALAM PERSPEKTIF AKUNTABILITAS KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

Penulis

  • Agnes Sinaga Universitas Negeri Medan Penulis
  • Thea Erin Kristy Br Ginting Suka Universitas Negeri Medan Penulis
  • Regita Yolanda Br Sinulingga Universitas Negeri Medan Penulis
  • Nasirwan Universitas Negeri Medan Penulis

Kata Kunci:

Belanja Daerah, Hortikultura, Subsidi Pupuk, Akuntabilitas Keuangan, Ketahanan Pangan, Tata Kelola Pemerintahan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan belanja daerah pada sektor hortikultura dalam perspektif akuntabilitas keuangan pemerintah daerah. Sektor hortikultura memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan petani, namun dalam implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti minimnya alokasi anggaran, lemahnya perencanaan kebutuhan berbasis data, serta inkonsistensi antara kebijakan pusat dan realisasi di daerah. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kritis, yang memanfaatkan data sekunder dari dokumen kebijakan, laporan keuangan, hasil audit BPK, serta publikasi akademik dan berita dari media daring tahun 2019–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa belanja sektor hortikultura belum efektif karena adanya pemangkasan anggaran Kementerian Pertanian, lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam menjaga lahan pertanian, serta maraknya praktik korupsi dalam pengelolaan subsidi pupuk. Rendahnya sinergi antarlembaga dan tidak adanya insentif fiskal bagi daerah turut memperburuk kondisi ini. Akibatnya, program strategis seperti subsidi pupuk dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) tidak berjalan optimal. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi tata kelola keuangan daerah melalui perencanaan berbasis kebutuhan riil petani, peningkatan transparansi dan pengawasan, serta pemberian insentif bagi daerah yang mendukung sektor hortikultura. Reformasi ini diharapkan mampu mendorong terciptanya belanja publik yang lebih akuntabel, produktif, dan berpihak pada petani.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-13