FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN MOBILE BANKING SEBAGAI ALTERNATIF TRANSAKSI DI ERA MODERN (Studi Kasus Masyarakat Desa Siarang-arang Kecamatan Pujud Provinsi Riau)
Kata Kunci:
Mobile Banking, Minat Masyarakat, Transaksi Digital, Faktor Sosial EkonomiAbstrak
Dengan penekanan pada penduduk desa Siarang-arang, Kecamatan Pujud, provinsi Riau, penelitian ini berupaya memeriksa elemen-elemen yang berdampak pada permintaan publik untuk memanfaatkan mobile banking sebagai metode transaksi alternatif di Hari Kontemporer. Meskipun mobile banking dan teknologi perbankan lainnya berkembang pada tingkat yang semakin cepat, populasi desa masih sering menggunakan metode perbankan tradisional seperti ATM dan layanan Brilink. Penelitian ini menggunakan teknik korelasional secara kuantitatif. Menggunakan prosedur pengambilan sampel acak dasar, 133 responden membuat sampel penelitian. Wawancara dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Perbedaan kerja (x1), perbedaan sosial ekonomi (x2), perbedaan usia (x3), faktor budaya (x4), dan faktor psikologis (x5) adalah di antara variabel independen yang sedang diselidiki. Minat publik untuk mengadopsi mobile banking (Y) adalah variabel dependen. Regresi linier berganda digunakan untuk analisis data. Menurut temuan penelitian, X1 (perbedaan pekerjaan) dan X2 (perbedaan sosial ekonomi) memiliki efek signifikan pada kepentingan publik. Nilai signifikan X1 adalah t = 0,003 <0,05, sedangkan X2 adalah t = 0,021 <0,05 x5. Faktor psikologis memiliki nilai t yang signifikan = 0,00000 <0,05. Namun, karena nilai SIG> 0,05, variabel x3 (perbedaan usia) dan x4 (pengaruh budaya) tidak memiliki dampak yang signifikan


