ANALISIS ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN JASA TERMINAL PETI KEMAS TERHADAP EFEKTIVITAS PENETAPAN TARIF (Studi Empiris pada PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional II, Pelabuhan Merak)
Kata Kunci:
Elastisitas Harga, Tarif Kepelabuhanan, Pelabuhan Merak, Inelastis, Regresi Log-LogAbstrak
Pelabuhan Merak, yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero), memegang posisi strategis sebagai bottleneck logistik utama yang menghubungkan Jawa dan Sumatera. Penetapan tarif jasa terminal peti kemas sangat krusial, menyeimbangkan kebutuhan investasi Pelindo dengan daya saing biaya logistik nasional. Penelitian ini bertujuan mengukur sensitivitas pasar, yaitu elastisitas permintaan dan penawaran, terhadap perubahan tarif di lingkungan monopoli terregulasi ini. Penelitian kuantitatif eksplanatif ini menggunakan data time series bulanan dari Januari 2020 hingga Desember 2025. Model ekonometri yang diterapkan adalah Regresi Berganda Log-Log, didahului oleh uji stasionaritas (ADF) dan kointegrasi, untuk mengestimasi koefisien yang secara langsung merepresentasikan nilai elastisitas. Variabel kunci yang dianalisis mencakup throughput (Permintaan), Utilisasi Terminal (Penawaran), Tarif, PDRB regional, dan Biaya Operasional. Hasil estimasi menunjukkan bahwa elastisitas harga permintaan (єD) jasa terminal peti kemas di Pelabuhan Merak adalah inelastis (єD= -0.25), menandakan pengguna jasa tidak sensitif terhadap kenaikan tarif. Sebaliknya, elastisitas harga penawaran (єS) ditemukan elastis (єS =1.15), menunjukkan kapasitas Pelindo responsif terhadap insentif pendapatan.Kombinasi permintaan yang inelastis dan penawaran yang elastis memberikan PT Pelindo ruang regulasi yang besar. Disimpulkan bahwa penetapan tarif yang efektif harus mengadopsi prinsip Ramsey Pricing, di mana tarif dapat disesuaikan untuk membiayai investasi pengembangan penawaran, asalkan peningkatan tarif tersebut dikaitkan secara eksplisit dengan peningkatan efisiensi layanan


