PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL, STRUKTUR MODAL, DAN VOLUNTARY DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Financials Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024)
Kata Kunci:
Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal, Voluntary Disclosure, Nilai Perusahaan, PBVAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal, dan Voluntary Disclosure terhadap Nilai Perusahaan pada sektor financials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel, dan pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak E-Views 12. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Nilai Perusahaan yang diukur dengan Price to Book Value (PBV), sedangkan variabel independennya terdiri dari Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal, dan Voluntary Disclosure. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa, Kepemilikan Manajerial memiliki nilai t-hitung -0,985559 dengan probabilitas 0,3267, sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Struktur Modal memiliki nilai t-hitung 4,891056 dengan probabilitas 0,0000, yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Voluntary Disclosure memiliki nilai t-hitung -0,437920 dengan probabilitas 0,6624, sehingga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan. Semestara hasil uji simultan (uji F) menunjukkan nilai F-hitung sebesar 9,601027 dengan probabilitas 0,000012, yang berarti variabel Kepemilikan Manajerial, Struktur Modal, dan Voluntary Disclosure secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Dengan demikian, hanya struktur modal yang terbukti secara statistik memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dalam penelitian ini. Temuan ini memperkuat pemahaman bahwa dalam sektor financials, struktur permodalan perusahaan memegang peranan penting dalam membentuk persepsi pasar dan meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan dua variabel lainnya tidak menunjukkan kontribusi langsung yang signifikan terhadap peningkatan nilai perusahaan selama periode observasi.


